Kajian Semiotika Pada Komik Webtoon Sebagai Media Kritis Mengenai Dampak Masa Revolusi Industri 4.0

  • Ni Kadek Karisma Dewi Institut Seni Indonesia Denpasar
  • Ni Putu Dewi Anggraeni Institut Seni Indonesia Denpasar
  • Tiurimmanuella Pangungsiana Simorangkir Institut Seni Indonesia Denpasar
  • Ni Nyoman Puspa Dewi Institut Seni Indonesia Denpasar

Abstrak

LINE Webtoon adalah salah satu platform komik yang telah memanfatkan kecanggihan teknologi di masa revolusi industri 4.0. Tetapi dibalik kecanggihan itu, perlu dipahami bahwa revolusi industri 4.0 memiliki dampak yang sangat mempengaruhi perkembangan pola manusia saat ini. Komik adalah salah satu media yang populer saat ini dan sangat berpotensi mempengaruhi masyarakat dari segi dampak positif maupun negatifnya. Karena inilah pemahaman mengenai media kritis menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat sekaligus kreator komik dapat lebih kritis lagi melihat media komik yang tersebar di internet. Pada penelitian ini menemukan dua jenis komik pada LINE Webtoon yang dapat menjelaskan dampak revolusi industri 4.0 yaitu komik beralur panjang berjudul Killstagram yang berkaitan dengan penggunaan media sosial beserta dampak yang dapat ditimbulkannya. Selanjutnya adalah komikstrip dari Tahilalats berkaitan dengan tiga tokoh yang bermain permainan secara online. Kedua visual komik akan dianalisis dengan metode kualitatif menggunakan kajian semiotika Roland Barthes sebagai grand theory, lalu menjelaskan keterkaitannya sebagai media kritis dengan literasi media kritis sebagai teori pendukung serta melalui pendekatan secara fenomenologis. Setelah itu baru ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi para kreator dan juga masyarakat kedepannya.

Diterbitkan
2021-02-14