Analisis Virtual Maps dalam Pengembangan Pariwisata Denpasar di Era Revolusi 5.0

  • Irene Vania Martajaya Institut Seni Indonesia Denpasar

Abstrak

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur visual yang terkandung pada Digital Virtual Maps Dalam Pariwisata lalu mendeskripsikan setiap unsur visual yang terkandung di dalam desain peta tersebut yaitu QR Code, Icon, Konten Visual. Yang kemudian dianalisis satu – persatu untuk membahas unsur – unsur visual yang terkandung di dalam virtual maps tersebut, sehingga pesan dari virtual maps ini dapat di pahami dengan jelas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dimana data yang diperoleh dianalisis dengan mendiskripsikan unsur-unsur visual yang ada dengan kaitannya terhadap isi dari virtual maps. Hasil penelitian akan menunjukkan bahwa virtual maps memberikan informasi melalui tampilan warna, sistem dan properti yang digunakan. Dipadukan dengan penegasan layout sehingga keseluruhan visual dapat menjadi satu – kesatuan dalam mengkomunikasikan pesan yang ingin disampaikan ke masyarakat dan kemudian memicu rasa tertarik untuk mengikuti kegiatan pariwisata berbasis daring ini. Penggunaan jasa desain grafis dalam membuat web sudah banyak dilakukan untuk memasarkan objek wisata saat pandemi.

 

Abstract

The purpose of this research is analyzing visual elements of Virtual Maps In Denpasar Tourism Development. Thus, describing every visual element of it including: QR Code, Icon, Visual Content.  So that the message of the virtual maps could be read clearly. This research is a qualitative descriptive type of research which describe the visual elements of it. The result of this research will show the messages of the virtual maps taken from colour expression, system, and property being used. Combined with emphasizing layout which helps it communicate the whole visualization to be a unity: triggering people’s interest to joining the virtual digital traveling. The use of Graphig Design services as an website maker has been widely used in tourist objects during the pandemic.

Diterbitkan
2021-02-14