PERANCANGAN PENCIPTAAN KARYA SENI KARAWITAN BENTURYANG DALAM KEBEBASAN BERKREATIVITAS

PERANCANGAN PENCIPTAAN KARYA SENI KARAWITAN BENTURYANG DALAM KEBEBASAN BERKREATIVITAS

Authors

  • I Putu Agus Eko Sattvika

Keywords:

Benturyang, bentuk, sastra, pesan

Abstract

Benturyang merupakan sebuah karya seni Karawitan yang terinspirasi dari
karya sastra yang berjudul Bandana Pralaya yang mengisahkan tentang perang
Puputan Badung. Karya ini merupakan sebuah bentuk apresiasi kepada pahlawan
yang mengorbankan jiwa dan raganya demi harga diri tanah airnya, serta
diharapkan mampu menggugah hati para penikmat seni utamanya para remaja
agar mengetahui bagaimana sejarah yang pernah terjadi di daerahnya masingmasing dengan membaca karya sastra.
Jiwa – jiwa ksatria merubah ketakutan dan ketegangan menjadi sebuah
keriangan mengiringi gemuruh dari benturan - benturan yang terjadi saat perang
berlangsung. Mati saat berperang demi tanah yang dicintai dipandang lebih tepat
dari pada menyarah begitu saja. Benturan keriangan menunjukan bahwa perang
yang dilakukan dengan sepenuh hati untuk membela tanah air dari penjajah.
Karya seni Karawitan Benturyang mengajak kita kembali melihat bagaimana para
pejuang dahulu mempertahankan tanah airnya agar kita bisa menghargai dan
mengikuti atau mencontoh sikap heroik demi tanah kelahirannya. Karya ini akan
menghadirkan suasana perang yang reigius dan senang dengan menggunakan teori
transformasi dan teori penciptaan Panca Stiti Angawi Sani untuk mewujudkannya.
Perang adalah suatu kegiatan yang dilakukan demi mempertahankan tanah
kelahiran sampai titik darah penghabisan atau bisa disebut Satya Mabela Pati.
Bunyi desingan pistol, dentuman meriam, benturan – benturan senjata lainnya
serta jeritan kesakitan namun penuh semangat mewarnai suasana perang yang
berkecamuk. Proses penciptaan karya seni Karawitan Benturyang merupakan
karya seni yang menggunakan teori transformasi yaitu transformasi dari karya
sastra yang diubah atau dijadkan karya seni Karawitan. Benturyang
menggunakan bentuk pendekatan kontemporer untuk lebih menekankan
perumpamaan dari sumber bunyi agar maksud yang terdapat dalam karya sastra
mampu tersampaikan dengan baik. Karya seni Karawitan Benturyang diciptakan
sebagai sebuah apresiasi yang ditujukan kepada para pahlawan maupun ksatrya
yang telah gugur dimedan pertempuran. Karya ini juga memiliki pesan untuk
mengajak para generasi muda untuk selalu membaca dan mempelajari tentang
sejarah yang pernah terjadi di daerahnya, sehingga mereka bisa mengetahui
bagaimana proses perjuangan yang pernah terjadi. Terdapat juga kritikan untuk
para pemimpin saat ini bawasannya seorang pemimpin harus mengayomi,
melindungi masyarakatnya bukan sebaliknya mengabaikan bahkan sampai
membohongi rakyatnya.

Published

2021-05-31