OLAH KREATIVITAS DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI NANG DUDU SEBAGAI REFLEKSI MULAT SARIRA GENERASI ERA KALIYUGA

OLAH KREATIVITAS DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI NANG DUDU SEBAGAI REFLEKSI MULAT SARIRA GENERASI ERA KALIYUGA

Authors

  • I Nyoman Agus Hari Sudama Giri

Keywords:

Nang Dudu, Tari Kontemporer, Proses, Bentuk

Abstract

Tari Nang Dudu adalah sebuah karya tari baru dengan menggunakan 12
orang penari putra. Karya ini bersifat kritik sosial mengenaisifat para generasi era
Kaliyuga yang memiliki emosional meluap-luap, tak kontrol diri, dikendalikan
oleh sifat bebhutan yang ada dalam dirinya. Diharapkan karya tari ini menjadi
sebuah karya seni pertunjukan yang dapat dinikmati oleh masyarakat dari semua
golongan, walaupun sumber kreatifnya bersifat local genius, tetapi pesan dan
kesan karya berlaku untuk mengkritisi problem yang bersifat global. Di jaman
Kaliyuga seperti sekarang, piñata merasakan prilaku banyak orang sangat
dipengaruhi hawa nafsu yang dipengaruhi oleh kenikmatan duniawi. Akibatnya
banyak yang berprilaku melampaui bhuta kala atau raksasa, tidak mengenal
apapun, tidak dapat mengontrol emosi yang meluap-luap, dan lupa akan hakekat
dirinya sendiri. Nang Dudu dipilih sebagai judul dalam karya ini, karena sumber
kreatif dan nilai-nilai yang terkandung dalam karya diambil dari filosofi kisah
Nang Dudu. Tema dalam karya ini adalah Mulat Sarira yaitu pengendalian diri
untuk menjadi manusia yang manusiawi.
Teori yang digunakan dalam karya ini adalah teori Kontemporer, yaitu
sebagai landasan pemikiran dalam menginterpretasikan sumber kreatif. Selain itu,
sumber informasi yang digunakan oleh piñata sebagai acuan adalah berupa
sumber pustaka, landasan teori, wawancara, imajinasi dan pengamatan langsung.
Metode penciptaan yang digunakan dalam penggarapan karya tari ini adalah
Panca Sthiti Angawi Seni yang dikemukakan oleh I Wayan Dibia, yaitu
Ngawirasa, Ngawacak, Ngarencana, Ngawangun, dan Ngebah.
Karya ini menggunakan tata rias wajah soft, busana yang digunakan adalah
celana tight berwarna dasar hitam, dengan degradasi warna coklat tua dan poleng.
Gerak dalam karya ini diambil dari pengolahan imajinasi piñata mengenai
karakter Nang Dudu (misterius, dingin, dan susah ditebak) dengan pengalaman
tubuh piñata ketika merasakan keadaan ketika sedang emosi atau marah

Published

2021-05-31